29 Maret 2013

Wisata Kuil-kuil di Penang

Snake Temple
 
Agenda hari ini adalah mengunjungi berbagai kuil di Penang. Tujuan pertama adalah kuil unik bernama Tokong Ular atau Snake Temple yang terletak di jalan menuju bandara, sekitar 20 km dari Georgetown. Wikipedia bahkan mengatakan tidak ada kuil lain di dunia yang seperti Snake Temple. Ular-ular di sini dibiarkan bebas berkeliaran begitu saja. Meskipun kebanyakan ular hanya bertengger di ranting-ranting yang telah di sediakan, tetap saja kami sangat hati-hati dalam setiap langkah kami. Sadar kalau kami sebenarnya ketakutan, seorang ibu-ibu di kuil itu mencoba menenangkan kami bahwa ular-ular ini sudah dibuat tidak beracun. Namun kemudian ia juga memberi tahu kami kalau besok adalah hari ulang tahun kuil dimana ular-ular dari hutan sekitar akan datang ke kuil ini seperti pada saat kuil ini pertama kali selesai dibangun pada tahun 1850. Saat itulah kami tahu bahwa ular-ular liar ini tidak mungkin dikeluarkan racunnya, ibu-ibu tadi rupanya berbohong agar tidak takut. Ditambah lagi setelah mencari tahu tentang jenis ular yang disebut dengan nama bandotan candi ini di internet, kami semakin yakin kalau itu ular berbisa. Jika ingin meihat ular dari berbagi jenis lainnya, kita bisa mengunjungi snake farm yang menjadi bagian berbayar dari kuil.

Ranting-ranting disediakan di altar kuil untuk ular bertengger
Lihatlah ular-ular yang melingkar di atas itu.
Takut kalau sampai ularnya jatuh menimpaku.

Setelah sudah banyak kali mengunjungi kuil Cina dan Thailand sebelumnya, kini kami punya kesempatan untuk menapakkan kaki di kuil Myanmar. Dhamikarama Burmese Temple, satu-satunya kuil Myanmar di Malaysia, terletak di Jalan Burmah. Selalu ada saja hal menarik untuk dilihat ketika kita masuk ke tempat ibadah kelompok masyarakat yang lain. Kami menyaksikan seorang ibu dengan anak perempuannya sedang diberkati oleh seorang biksu yang duduk bersila sambil membaca mantra. Setelah itu, mereka diminta memberikan donasi untuk kuil. Di halaman belakang kuil, ada salah satu spot terbaik yaitu patung dua mahkluk seperti naga kembar memegang bola dunia. Sementara di dalam bangunan depan yang terpisah dari bangunan utama, ada banyak patung Buddha dengan bentuk yang berbeda-beda dari berbagai negara; Tiongkok, Jepang, Korea, Pakistan, India, Afganistan, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan juga Indonesia.

Panca Rupa yang dipercaya sebagai pelindung bumi.
Patung Garuda, burung mitos yang juga menjadi simbol nasional Indonesia.
Melihat satu dari dua puluhan rentetan gambar yang menceritakn tentang kehidupan Sang Buddha.
Patung Buddha yang cukup tinggi di dalam bangunan kuil
Di belakang patung Buddha yang tinggi itu terdapat banyak patung Buddha lainnya yang berasal dari berbagai negara yang terpengaruh oleh ajaran Buddha.
Yang satu ini dari Indonesia

Tepat di seberang kuil Myanmar, terdapat kuil Thailand bernama Wat Chayamangkalaram yang patut dikunjungi juga karena kuil ini menjadi tempat patung Buddha tidur terbesar ketiga di dunia. Sebenarnya sebutan 'Buddha tidur' ini berasal dari salah kaprah. Yang sebenarnya digambarkan oleh patung ini adalah sikap tubuh terakhir Buddha sebelum moksa. Di pinggiran jalan kedua kuil, baik kuil Myanmar maupun kuil Thailand, cukup ramai dengan penjual souvenir. Hal seperti ini lazim untuk area kuil yang menjadi tujuan turis.   
 
Patung Buddha tidur sepanjang 33 Meter di Wat Chayamangkalaram.
 
Tertulis pada kotak merah di samping patung ini:
"para penganut yang menyembah dewa ini akan mendapat nasi dan kesehatan".
 
Kuil-kuil yang telah kami bahas di atas dapat dijangkau dengan menggunakan bus umum Rapid Penang. Kondisi armada bus tentunya lebih nyaman daripada kebanyakan bus umum di Indonesia. Permasalahannya terletak pada frekuensi kedatangan bus. Kami sempat menunggu sampai 20 menit lebih tapi bus tak kunjung datang. Jadi kami putuskan untuk jalan kaki sepanjang hampir 3 km untuk kembali ke KOMTAR. Di pemberhentian bus berikutnya, ada dua mat salleh alias bule asal Slovakia yang juga sudah lama menunggu bus. Mereka pun memilih ikut berjalan kaki bersama kami.

Transportasi umum andalan di Penang
Di dalam bus RAPID Penang
KOMTAR, salah satu terminal utama di Georgetown.

Ini merupakan malam terakhir kami di Penang sebelum kembali ke Kuala Lumpur naik kereta malam. Kami pun mengambil barang-barang di apartemen host kami dan kembali ke KOMTAR. Dari situ kami naik bus gratis CAT ke Pengkalan Weld yang merupakan terminal bus utama lainnya di Georgetown. Hampir semua bus yang lewat KOMTAR juga akan lewat sini. Turun dari bus, kami segera menuju dermaga kapal feri yang berada di samping Pengkalan Weld untuk menyeberang ke Butterworth yang masih masuk dalam wilayah Penang tapi sudah berada di daratan utama. Tidak dikenakan biaya untuk naik feri dari pulau ke daratan utama, tapi untuk rute sebaliknya dikenakan sekitar satu ringgit. Kapal feri pun berlepas menyeberangi selat. Kami pun terdiam menyadari bahwa wisata kuil-kuil di Penang sudah selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peta Dunia TRAVELdonk

Peta Dunia TRAVELdonk