16 Agustus 2012

Balinya Ambon

Pura Giwa Stanagiri, Ambon
Terkadang orang suka membandingkan Ambon dengan Bali karena kedua pulau ini memiliki banyak pantai nan elok. Namun, sulit bagi siapapun untuk menyangkal bahwa Bali masih menang jauh dalam hal menarik wisatawan daripada Ambon. Tiap tahunnya hampir 2 juta orang dari luar negeri datang ke Bali, jauh melampaui jumlah pengunjung asing ke Ambon yang di tahun 2012 hanya 18,000 orang saja. Menurut saya, setidaknya ada tiga faktor yang membuat hal ini terjadi:
  1. Faktor Budaya
    Bali tidak hanya menyajikan keindahan pantai-pantainya, tapi juga budaya Hindu-nya yang unik. Sedangkan di Ambon, agama dominan adalah agama-agama barat dan timur tengah yang tidak begitu berbeda dari di tempat lainnya. Sebenarnya ada hal-hal lain seperti tari-tarian dan bangunan adat yang cukup otentik, namun beberapa di antaranya sudah tidak benar-benar dihidupi oleh masyarakatnya selain untuk pertunjukkan belaka.
  2. Faktor Geografis
    Bali terletak di dekat Pulau Jawa yang merupakan pusatnya Indonesia, sementara Ambon terletak jauh di bagian timur dari negeri tersebut.
  3. Faktor Keamanan
    Bali dianggap dunia relatif aman. Dua peristiwa bom di Bali (2002 dan 2005) bukan merupakan apa-apa jika dibandingkan dengan kerusuhan berbau agama di Ambon yang berkobar sejak 1999 hingga 2004, kemudian sempat lagi pada tahun 2011 ketika salah satu teman guru saya gugur terkena peluru nyasar. Di luar tahun-tahun tersebut pun masih meletup kerusuhan-kerusuhan dalam skala yang lebih kecil, kadang antar kampung sesama agama, dan sentimen keretakkan antar golongan pun masih kental terasa.

Oleh karena keunggulan-keunggulan yang Bali punya ini, banyak orang Ambon yang meskipun sudah punya cukup banyak pantai di kampung halaman mereka sendiri tetap sangat ingin mengunjungi Bali. Biaya untuk melakukannya tentu tidak murah. Sampai saat ini pun belum ada penerbangan langsung dari Ambon ke Denpasar-Bali. Nah, buat orang yang tinggal di Ambon dan mau merasakan sedikit pengalaman Bali, mungkin tempat yang satu ini layak dikunjungi; Pura Giwa Stanagiri.


Patung penjaga pura
Tangga menuju nirwana




















Pura ini dibangun pada tahun 1991. Tidak terlalu banyak orang yang tahu tempat ini. Nampaknya jika Anda mengambil foto di tempat ini dan mengaku pada teman-teman Anda bahwa ini di Bali, teman Anda akan percaya itu benar. Kristin dan saya menemukan tempat ini secara tidak sengaja ketika kami hendak mengunjungi Museum Siwallima di selatan Kota Ambon. Pura tersebut terletak tepat di sebelah pojok atas dari museum.

Museum Siwallima memiliki dua bangunan yang berjarak beberapa ratus meter dipisahkan oleh area berbukit. Gedung ini merupakan bangunan utama.

Di luar bangunan museum ada meriam yang diarahkan ke Teluk Ambon
Di dalam museum, kami menemukan beberapa hal menarik untuk dilihat. Di dalam gedung utama, misalnya, ada tiga kerangka ikan paus yang ditemukan pada tahun 1987 dengan panjang masing-masing 9m, 17m, dan 19m. Sayangnya, pada saat kami datang ke sana, gedung utamanya sedang direnovasi jadi kami tidak melihat ikan-ikan paus itu. Bangunan lainnya diperuntukkan bagi tujuan etnografi. Di sini kami dapat melihat hal-hal terkait dengan budaya Maluku. Tempat ini buka tiap hari Senin sampai Jumat (08.00-16.00) dan Sabtu sampai Minggu (10.00-16.00). Biaya masuknya Rp 3,000/orang dikenakan hanya jika kita masuk ke dalam gedung.

Loh-loh-loh, kok judul artikel ini sudah tidak relevan lagi. Jadi sepertinya sudah waktunya untuk mengakhiri post ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peta Dunia TRAVELdonk

Peta Dunia TRAVELdonk