30 Maret 2013

Beragam Mal di Kuala Lumpur

Hutan tropis di dalam salah satu gedung mal di Kuala Lumpur
Ketiga kalinya kami ke Kuala Lumpur, kami mencoba mengunjungi berbagai pusat perbelanjaan yang menarik. Kami tiba pada pagi hari di KL Sentral dimana kereta api yang kami tumpangi dari Butterworth semalam berhenti. Menyenangkan rasanya bisa balik lagi ke KL Sentral, apalagi terakhir kali kami berada di KL kami tidak sempat mengunjungi hub transportasi yang menggabungkan berbagai jenis transportasi ini. Maklum, KL Sentral merupakan tempat pertama yang mengesankan yang kami pijak pada malam ketika pertama kalinya kami akhirnya ke luar negeri. Jadi, berada di sini bagi kami terasa nuansa nostalgianya. Tapi kami tidak bisa berlama-lama di sini karena hosts kami sudah menunggu di luar gedung untuk menjemput. Nisha dan tunangannya, Lymun, beserta ibunya segera memboyong kami dengan mobilnya ke sebuah welcoming breakfast di area bernama Brickfields.

24 Maret 2013

Menyusuri ke-Tiongkok-an Malaysia

Baru tiga bulan berlalu sejak kali terakhir kami menapakkan kaki di Kuala Lumpur, Malaysia, kami sudah balik berkunjung lagi ke sana. Kunjungan kami yang kedua kalinya ini tentu akan berbeda daripada sebelumnya. Bukan hanya karena kali ini kami akan mengunjungi tempat-tempat wisata yang berbeda, tetapi kami juga melakukannya dengan cara yang berbeda. Saat kunjungan kami yang pertama, kami selalu menggunakan transportasi umum. Namun, Host kami yang kali ini, Mr Yap, dengan baik hati mengantarkan kami ke tempat-tempat yang hendak kami kunjungi menggunakan mobil pribadinya.

Mr Yap dan juga Lee sahabatnya yang bersama-sama dengan kami adalah orang Tionghoa-Malaysia sehingga kami pun selalu dibawa makan chinese food baik untuk sarapan, makan siang maupun makan malam. Ditambah lagi, ada seorang gadis Cina Daratan asal Guangzhou yang juga ikut satu mobil dengan kami. Jadi, sepanjang perjalanan kami banyak mendengarkan percakapan dalam bahasa Cina. Terakhir, kami pun diajak mengunjungi sebuah kuil Cina di Genting Highlands sehingga lengkaplah nuansa kebudayaan Tionghoa dalam perjalanan kami di Malaysia ini.
Inilah tempat kami sarapan. Suatu hal menarik yang kami pelajari di sini yaitu jika ada orang berwajah Melayu kerja di rumah makan Cina, ia kemungkinan adalah orang Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia, orang Melayu tidak bekerja di restoran-restoran non-halal.

Peta Dunia TRAVELdonk

Peta Dunia TRAVELdonk